Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 19 Oktober 2016

Saran Dari Pakar Psikologi Sebaiknya Jujur atau Tidak Kalau Pernah Selingkuh

Ilustrasi Selingkuh. (thinkstock.com)
Jakarta - Perselingkuhan tetap menjadi salah satu problem yang dihadapi tiap-tiap pasangan. Banyak aspek yang bisa membuat hal itu terjadi, terasa berasal dari kurangnya komunikasi hingga rasa bosan dan jalinan yang datar. Tetapi tidak sedikit pula yang akhirnya ulang kepada pasangan dan berhenti berselingkuh. Lantas haruskah jujur kepada pasangan sementara pernah selingkuh?

Dituturkan oleh psikolog Liza Marielly Djaprie, mengungkap kejujuran sesungguhnya tingkah laku terpuji, tapi wajib dilihat pula pembawaan dan kepribadian pasangan Anda sementara mengidamkan mengaku selingkuh. Karena ada style orang yang sesungguhnya suka melebihkan keadaan, ada termasuk yang mudah berdamai dan terima keadaan.

"Saran saya terkecuali sesungguhnya tidak wajib dibahas dan daripada ke depannya panjang, lebih baik tidak usah bilang. Kita berdialog bersama dengan diri sendiri dan lihat pembawaan pasangan. Ini adalah hal personal dan ngga ada rumus baku yang bisa dipakai oleh tiap-tiap orang dan pasangan," kata Liza sementara dihubungi Wolipop, Rabu (19/10/2016).

Profesor Jane Greer, terapis pernikahan asal New York, Amerika Serikat mengatakan, bicara jujur dan terbuka kepada pasangan sementara pernah selingkuh sesungguhnya hal yang tepat untuk dilakukan. Namun ketetapan Anda untuk menyatakan tentang perselingkuhan wajib berdasarkan kelapangan dada pasangan Anda.

"Situasi jalinan yang ideal adalah di mana Anda jujur bersama dengan pasangan dan Anda berdua menangani hal tersebut bersama-sama. Tetapi dalam masalah lain, hal itu tidak selamanya berlangsung mulus," kata Jane layaknya dikutip berasal dari Cosmopolitan.

Penulis buku 'What About Me? Stop Selfishness From Ruining Your Relationship' itu menambahkan, terkecuali perselingkuhan tersebut diakhiri gara-gara kesadaran diri Anda terhadap jalinan yang dijalin bersama dengan pasangan, serta berjanji kepada diri sendiri untuk jauhi hal itu, maka ada baiknya Anda tidak wajib jujur sementara pernah selingkuh kepada pasangan.

Terlebih ulang terkecuali pasangan Anda termasuk orang yang susah memaafkan, terkecuali mengakui hal tersebut dikhawatirkan akan merusak jalinan Anda. Tetapi terkecuali Anda tertangkap tangan berselingkuh, ada baiknya Anda wajib mengatakannya bersama dengan jujur kepada pasangan, walau nantinya jalinan Anda akan mengalami risiko.

Direktur The Intimacy Institute di Colorado, Jenni Skyler, Ph.D menambahkan, perselingkuhan membahayakan hubungan, tapi menyembunyikan perselingkuhan lebih membahayakan, gara-gara jalinan yang bermakna dijalin berdasarkan keterbukaan dan kejujuran. Sehingga makin lama Anda menyimpan rahasia, makin pasangan terasa dikhianati dikala ia mengerti kenyataan Anda tidak jujur sementara pernah selingkuh.

"Pasangan bisa saja terasa lebih sakit hati gara-gara tidak diberitahu tentang perselingkuhan Anda. Beritahu mereka, bertanggung jawab dan menyesal atas tingkah laku Anda, lantas bangun ulang kepercayaannya," tutur Jenni. 

0 on: "Saran Dari Pakar Psikologi Sebaiknya Jujur atau Tidak Kalau Pernah Selingkuh"